CJC, Bangka, Kabar pilu menyelimuti dunia pers tanah air. Frendy Primadana, kontributor TV One yang diduga menjadi korban akibat kebrutalan dan kebiadaban oknum karyawan PT PMM saat menjalankan tugasnya sebagai jurnalistik. Saat ini ia terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Palembang setelah diketahui keadaan serta kondisi kesehatannya semakin merosot secara drastis.
Alih-alih membaik, luka – luka yang di deritanya akibat pengeroyokan saat ia meliput kini justru kian menyiksa hingga membutuhkan penanganan medis intensif dan lebih serius
Luka dalam yang awalnya dianggap mampu ditangani dengan pengobatan jalan di RSUP Air Anyir, Bangka, ternyata menyimpan dampak serius.
Tiga hari pasca-insiden berdarah di depan gudang PT Putraprima Mineral Mandiri (PMM), rasa sakit yang luar biasa mulai menjalar, memaksa pihak keluarga segera merujuk Frendy melintasi pulau menuju Kota Palembang demi mendapatkan perawatan spesialis.
“Baru saja dibawa lagi ke rumah sakit Palembang. Sebelumnya di Bangka cuma diperiksa dan diberi obat, mungkin sekarang lukanya baru terasa parah,” ungkap Dinda, istri korban, dengan nada cemas, Kamis (12/03/2026).
Kronologi terjadinya insiden penganiyaan berat ini bermula saat sejumlah jurnalis melakukan peliputan sebuah perusahaan pengolahan hasil tambang mineral PT PMM di Jalan Lintas Timur, Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.
Sekelompok orang yang diduga tak senang dengan aktivitas jurnalis itu melakukan aksi anarkis. Tak hanya serangan fisik, para pelaku juga melontarkan intimidasi verbal hingga ancaman pembunuhan terhadap ke tiga wartawan untuk menghentikan peliputan.
Hingga saat ini, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bangka Belitung telah bergerak cepat dengan menetapkan tiga tersangka, Maulid, Sahiridi, dan Hazari.
Kekerasan ini tidak hanya menyasar Frendy, namun juga rekan sejawat lainnya yang saat itu bersama – sama melakukan kegiatan peliputan di lokasi tersebut.
Berikut adalah rincian kondisi korban:
Frendy Primadana: TV One, Patah hidung, luka berat pada bagian mata.
Dedy Wahyudi wartawan Babelfaktual.com, Luka lebam serius di bagian wajah. sementara Wahyu Kurniawan, wartawan Suarapos.com mengalami intimidasi dan ancaman.
Sorotan Organisasi Pers
Kasus ini memicu gelombang solidaritas dari berbagai organisasi pers nasional hingga internasional, termasuk IJTI, AJI, JMSI, dan SMSI.
Mereka mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas motif di balik serangan ini serta memastikan keselamatan jurnalis di lapangan terlindungi sepenuhnya.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengetahui dan mengungkap kemungkinan adanya aktor atau dalang di balik kejadian yang berujung aksi anarkis terhadap jurnalis. ( Team /Red/BE/CJ)
















Komentar