Oleh : Henddra Citizen
Londo Ireng, Minggat ke Negara Orang
Jubah patriotik kau kenakan rapat-rapat,
suaramu lantang membakar dada,
berbicara tentang kedaulatan yang terpahat,
seolah kaulah satu-satunya penjaga garuda.
Namun sejarah punya mata yang tak bisa buta,
catatan kelam tak mudah dihapus angin lalu,
saat bumi pertiwi mengerang dihantam prahara,
engkau justru berkemas, melangkah pergi bisu.
Londo Ireng berpaling muka saat rumah terbakar,
mencari teduh di negeri asing yang tenang,
membiarkan rakyat kecil bertarung di atas bara mekar,
sementara engkau menepi, menunggu badai tenang.
Kini angin berganti, musim berubah rupa,
kau pulang membusungkan dada di atas mimbar,
mengajar kami tentang arti setia dan bela negara,
dari mulut yang pernah lari saat kondisi genting membakar.
Aneh sungguh drama yang kau pentaskan,
yang minggat kini merasa paling pahlawan,
sementara kami yang bertahan dalam himpitan,
dianggap tak paham arti pengorbanan.
Biarlah jejak kaki di tanah asing itu bersuara,
siapa yang lari menyelamatkan diri,
dan siapa yang tetap mengakar di tanah pertiwi,
tanpa perlu topeng Londo Ireng yang pura-pura bersahaja.












Komentar