PLN Dinilai Gagal Berikan Pelayanan Terbaik, Warga Karya Baru Palembang Menjerit: “Voltase Drop Parah, Alat Elektronik Rusak Masal!”

banner 468x60

Oleh: Henddra Widjaja

CJ ONLINE, PALEMBANG – Slogan pelayanan prima yang kerap didengungkan oleh PT PLN (Persero) tampaknya berbanding terbalik dengan realitas pahit yang harus ditelan oleh warga Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang. Sudah lebih dari satu bulan, warga di wilayah RT 54, Jalur Kelapa Gading, terpaksa hidup dalam kegelapan parsial akibat hancurnya kualitas pasokan listrik yang tak kunjung dibenahi.

Sejak 28 Juli 2026 hingga pertengahan September ini, tegangan listrik (voltase) di jalur tersebut anjlok drastis setiap malam hari. Akibatnya, alih-alih menerangi rumah, aliran listrik yang masuk hanya mampu membuat lampu menyala remang-remang bagai lilin. Lebih parah lagi, drop-nya voltase ini membuat seluruh peralatan elektronik rumah tangga milik warga mati total karena kekurangan daya. Tak sedikit warga yang mulai mengalami kerugian materiil akibat kerusakan perangkat elektronik mereka.

Kondisi ini memicu amarah sekaligus keputusasaan warga, terutama para ibu rumah tangga yang aktivitas domestiknya lumpuh total saat malam tiba.

READ :  Wilson Lalengke: Take Down Berita adalah Kejahatan Jurnalistik

“Lampu remang dari sejak tanggal 28 Juli 2026, PLN dak mau tahu!” ungkap Mira seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) warga RT 54 Karya Baru dengan nada kecewa mendalam.

Kekecewaan warga semakin memuncak ketika jalur-jalur pengaduan resmi yang dibanggakan oleh PLN terbukti tumpul di lapangan. Aplikasi digital dan nomor kontak yang katanya mempermudah pelayanan, justru dirasa hanya menjadi formalitas tanpa realisasi konkret.

“Kami kecewa dengan lemahnya pelayanan perbaikan. Meski PLN menyediakan nomor pengaduan dan aplikasi PLN Mobile, kenyataannya PLN Jalur Kelapa Gading tetap remang,” keluh Dewi, warga lainnya yang ikut merasakan dampak buruk penanganan lambat ini.

Aplikasi Canggih, Pelayanan Primitif

Warga menilai PLN ULP Sukarami selaku unit yang bertanggung jawab di wilayah tersebut menutup mata terhadap penderitaan konsumen. Upaya warga untuk melapor berkali-kali sempat membentur dinding keras sistem otomatisasi (bot) aplikasi dan WhatsApp PLN yang kaku terkait digitalisasi nomor meteran, sementara saluran telepon darurat acap kali tidak diangkat.

READ :  Bau Menyengat Proyek Mantung Tahap II: Kontraktor Medan Kantongi Kontrak Rp9,2 M Tapi Lapangan Masih "Zonk"

Masyarakat mempertanyakan komitmen PLN dalam merawat infrastruktur gardu dan trafo distribusi di wilayah Alang-Alang Lebar. Lonjakan beban di malam hari yang sudah berlangsung berminggu-minggu seharusnya menjadi alarm merah bagi tim teknis untuk melakukan penambahan kapasitas trafo (trafo sisipan), bukan malah membiarkan warga membayar tarif listrik penuh untuk kualitas pelayanan yang primitif.

Hingga berita ini diturunkan, warga RT 54 Karya Baru, khususnya di sudut tikungan arah Yayasan Insanul Fitroh, masih menunggu ketegasan dan tindakan nyata dari manajemen PLN Palembang. Jika pembiaran ini terus berlanjut, warga mengancam akan melakukan aksi pengaduan kolektif langsung secara tatap muka ke kantor wilayah demi menuntut hak mereka sebagai konsumen yang sah.

Sementara itu, upaya media untuk meminta konfirmasi dan klarifikasi lebih lanjut kepada pihak manajemen PLN ULP Sukarami terkait keluhan drop voltase masal ini sedang diupayakan. (Tim/Red )

 

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksi@rcitizen-journallsts.com. atau kontak redaksi 0852 3897 3861 Terima kasih.
READ :  Menjaga Lentera Keadilan: Menggugat Kriminalisasi Larshen Yunus dan Pertaruhan Hati Nurani Hukum di PN Jakarta Selatan

Komentar