CJO, Koba, Bangka Tengah – Publik menyorot Pembangunan Taman Kota, Taman Milenial Adhiyaksa di Kota Koba, Kabupaten Bangka Tengah, yang dinilai tidak sesuai spek yang sudah ditentukan. Proyek yang menelan dana APBD sebesar hampir 1 Miliar itu terlihat sudah mengalami keretakan pada bangunan hasil pekerjaan dari perusahaan penyedia jasa CV Ardilan Bersaudara yang baru berusia belum cukup satu bulan.
Tak hanya itu, pekerjaan proyek Taman Kota yang dilaksanakan sejak tanggal 22 Oktober 2025 dan berakhir pada 31 Desember 2025 lalu juga masih banyak pekerjaan yang tertinggal, salah satu diantaranya adalah pekerjaan penyambungan pipa paralon aliran air dari tetmon belum terpasang.
“ Banyak yang retak – retak hasil pengerjaannya, padahal dana yang digelontorkan oleh Pemerintah Daerah untuk pembangunan Taman Kota ini tidak sedikit uang,” kata salah satu warga setempat sebut saja Hari yang secara kebetulan bertemu dilokasi Taman, Kamis ( 22/1/2026 )
Masih sambung Hari “ Kalau kita perhatikan mutu campuran pasir semen tidak sesuai spek yang sudah ditentukan sehingga terjadi adanya keretakan pada bangunan dan jalan,” ucapnya
“ Mirisnya lagi bangunan tidak dilakukan pengecatan.” tambahnya.
Dari hasil pengecekan media dan hasil keterangan salah satu warga tersebut, wartawan media berupaya menghubungi pihak PPK Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Tengah. Dalam jawaban konfirmasinya Herri PPK DLH selaku penanggung jawab proyek mengatakan akan menindaklanjuti temuan dan laporan yang disampaikan oleh pihak media.
“ Terimakasih atas informasinya akan ditindaklanjuti,” jawab Herry singkat.
Terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Yeyen kepada mediia ini mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak PPK dan meminta untuk segera menindaklanjuti dan menghubungi pihak pemborong. Sementara itu pihak perusahaan penyedia jasa CV Ardillan Bersaudara selaku pelaksana kegiatan pengerjaan proyek Taman Kota, Taman Milenial yang berlokasi di Kota Koba, Kabupaten Bangka Tengah, hingga berita ini tayang masih belum bisa dihubungi untuk diminta konfimasinya.
(*)










Komentar