CITIZEN JOURNALISTS.COM -TOBOALI, BANGKA SELATAN, Luar biasa sepak terjang salah satu oknum warga bernama Tayel asal Desa Keposang yang selama ini dikenal dengan bissnisnya dibidang jual beli pasir timah yang diduga berasal dari hasil penambangan ilegal. Seakan tak puas dari hasil bisnis jual beli timahnya, kini Tayel terjun langsung membuka tambang timah dengan menggunakan 1 unit excavator untuk menambah aliran pundi – pundi cuan ke kantong pribadinya tanpa memperdulikan kerusakan hutan dan lingkungan sekitarnya
” Sekarang dia buka tambang sendiri Bang, di belakang rumah kepala RT 3 Dusun Air Bulang, menggunakan 1 unit alat berat,” ucap salah satu warga Dusun Air Bulang, Desa Keposang, Sabtu ( 11/4/2026 )
” Kalau media tidak ada apa – apanya, tinggal disumbat selesai, sedangkan Satgas yang katanya garangnya minta ampun, melempem di depan Tayel, macem macan ompong skarang,” ungkapnya.
” Sepak terjang lah kesohor Bang, buktinya selama ni dak tersentuh, dari jaman satgas Nanggala, Satgas Petir, Satgas Halilintar, Satgas Angin Puting Beliung ntah apalagi namanya sampai dengan Satgas yang sekarang tak bernyali kalau dengan Boss Tayel, pokok e melempem tu lah, macem krupuk yang anginan,” bebernya.
Dari hasil keterangan salah satu warga tersebut, wartawan media ini berupaya menghubungi Tayel untuk mengonfirmasi, terkait adanya dugaan upaya penyuapan untuk melancarkan kegiatan bisnis tambang dan jual beli pasir timah yang selama ini ia lakukan. Namun pihak media sangat menyayangkan atas bungkamnya Tayel yang tak satu patah katapun memberikan klarifikasinya.
Permintaan konfirmasi yang dilayangkan oleh media ini disertai dengan tembusan yang dikirim melalui email ke lima institusi yakni Daspuspom TNI, Kejagung RI, Polda Babel, Polres Basel dan KPH Muntai Palas selaku penanggung jawab hutan kawasan.
Wartawan media beserta Tim Investigasi akan terus mengali informasi lanjutan dan terus mencari informasi untuk memperoleh akses dalam upaya menghubungi Tim Satgas gun melakukan konfirmasi terkait beredarnya isu – isu miring yang akhir – akhir ini dinilai publik yang semakin melempem.
” Kelamaan tinggal di Bangka ujungnya anginan,” celetuk salah satu warga Kota Pangkalpinang saat di kedai kopi.
Warga masyarakat di Desa Keposang sangat berharap kepada Aparat Penegak Hukun agar tidak tebang pilih dalam penindakan terhadap para pelaku tambang ilegal yang saat ini mulai kembali marak.
” Jangan yang kecil – kecil di takut – takuti, sementara penambang besar nyamen – nyamen bae nyari timah pakai alat,” ungkap R salah satu masyarakat di Desa Keposang yang dulunya juga bekerja sebagai penambang timah. Namun dengan kehadirang Satgas R merasa ketakutan untuk melakukan kegiatan tambang di tanah kelahirannya itu. Saat ini R mencari nafkah dengan bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan 150 ribu sehari untuk mencukupi kebutuhan ekonomi keluarganya.
” Ingin sih Bang, begawe timah macem dulu, apalagi skarang harga timah sudah bagus, tapi ntahlah Bang, Satgas juga dak pulang – pulang dari jaman Suharto sampai ke jaman anak mantunya jadi presiden, Bangka jadi langganan Satgas, jadi apa guna tentara – tentara dan polisi di Bangka ni,” tutup R yang menurutnya keluhannya itu tak akan pernah terdengar oleh kuping orang – orang diatas.
Banyaknya keluhan dari masyarakat penambang seharusnya Satgas yang memang sudah menjadi tujuannya dan atas perintah Presiden untuk menertibkan para pelaku tambang yang beraktivitas khususnya di Hutan Kawasan sedikit peka.
Yang diminta dan diharapkan adalah penindakan hukum yang berkeadilan dan tidak tebang pilih sehingga publik tidak berasumsi adanya sistem koordinasi antara penambang dan Satgas secara perlahan – lahan sedang dibangun sehingga meninggalkan stigma jika penegakan hukum oleh siapapun endingnya adalah uang.
Ini bukan sekadar opini publik tapi data dan fakta serta bukti – bukti petunjuk yang mengarah ke bukan saja koordinasi tapi kosnpirasi indikasinya makin menguat..dan salah satunya adalah kegiatan penambangan dan penampungan pasir timah ilegal dengan pelaku terduga Tayel yang sudah sekian lama namun tak pernah tersentuh..
Oleh sebab itu, citizen journalists tantang Tim Satgas Tricakti dan Satgas PKH untuk menangkap dan menindak tegas TAYEL..jika tidak publik akan terus melabel tim bentukan Presiden Prabowo itu dengan sebutan ” Macan Ompong yang Kopong ” (*)









Komentar