Opini
Oleh : Henddra Citizen
CITIZENESIA, JAKARTA – Program yang lahir dengan niat mulia bisa berubah jadi ladang bancakan. Kasus penangkapan Kepala BGN dan terbongkarnya jaringan mafia proyek SPPD MBG jadi bukti paling telanjang: kita sedang menyaksikan lahirnya “lumbung korupsi baru” yang sengaja dicipta.
Dari Dapur ke Bancakan Proyek
MBG – Makan Bergizi Gratis – awalnya digadang sebagai solusi stunting dan gizi buruk anak Indonesia. Anggarannya besar, sasarannya nasional, alurnya panjang: dari dapur, logistik, sampai distribusi ke sekolah. Justru di rantai panjang itulah celah lahir.
Ketika Kepala BGN ditangkap, publik baru sadar: yang bermain bukan “oknum kecil”. Ini jaringan. Ada istilah “mafia proyek SPPD MBG” – Surat Perintah Perjalanan Dinas yang jadi alat legal buat ngalirin duit. SPPD yang mestinya buat perjalanan dinas, disulap jadi mesin cetak keuntungan. Proyek dapur fiktif, vendor titipan, harga bahan baku digelembungkan. Anak dapat nasinya, tapi kualitas dan anggarannya “dipangkas” di tengah jalan.
Sengaja Dicipta, Bukan Kebetulan
Korupsi model begini tidak lahir dalam semalam. Dia “dicipta” lewat 3 cara:
Pertama sistem yang rumit. Rantai MBG terlalu panjang dan multi-lembaga. Semakin banyak pintu, semakin banyak pungli. Audit jadi sulit karena datanya tercerai-berai.
Kedua, urgensi jadi tameng. Program MBG dikebut karena target politik. “Yang penting jalan dulu”. Akibatnya pengawasan, tender terbuka, dan verifikasi vendor dikorbankan. Buru-buru = banyak lubang.
Ketiga, ketergantungan anggaran. Anggaran MBG triliunan. Ini magnet kuat. Begitu uang sebesar itu berputar tanpa kontrol ketat, mafia akan datang sendiri. Mereka baca celah lebih cepat daripada birokrasi berbenah.
Kerugiannya Lebih dari Uang
Yang dirampok bukan cuma APBN. Yang dirampok adalah gizi anak, masa depan generasi, dan kepercayaan publik. Satu piring MBG yang dipotong anggarannya = satu anak yang stunting-nya tidak selesai. Koruptor MBG itu lebih kejam dari koruptor biasa, karena korbannya anak yang bahkan belum bisa protes.
Penangkapan Kepala BGN harus jadi titik balik, bukan sekadar tontonan. Kalau cuma 1 orang yang dipenjara tapi sistem SPPD, verifikasi vendor, dan pengawasan dapur tidak dibongkar total, maka “lumbung” ini akan diisi orang baru setelah yang lama tumbang.
Bakar Lumbungnya, Jangan Cuma Tangkap Tikusnya
MBG harus diselamatkan dari para mafia. Caranya: transparansi anggaran real-time, audit independen, dan libatkan orang tua + sekolah buat awasi langsung isi piring anaknya. Jangan biarkan program baik ini mati karena digerogoti dari dalam. ( Henddra Citizen )
CITIZEN-JOURNALISTS.COM - MENJANGKAU SUARA MARGINAL













Komentar