CJC, Muntok — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Gunawan Sutrisnadi bersama Kepala Rumah Tahanan Negara Muntok, Andri Ferly melaksanakan serangkaian kegiatan di Rumah Tahanan Negara Muntok yang meliputi peninjauan pembangunan dapur MBG, peninjauan program ketahanan pangan, serta penutupan pelatihan pemulasaran jenazah yang dibimbing oleh Habib Muhammad Baghir Al Kaff, yang dilanjutkan buka bersama dengan para WBP dan keluarga.
Kegiatan pertama diawali dengan peninjauan pembangunan dapur MBG di lingkungan Rutan Muntok. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana serta memenuhi standar yang telah ditetapkan. Dapur MBG diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas layanan penyediaan makanan bagi warga binaan.
Selanjutnya, Plt Kakanwil bersama Karutan Muntok juga meninjau program ketahanan pangan yang dikembangkan di area Rutan. Program ini meliputi kegiatan pertanian dan pemanfaatan lahan yang dikelola oleh warga binaan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian, dan juga kegiatan peternakan ayam petelur, selain mendukung pemenuhan kebutuhan pangan, kegiatan ini juga bertujuan memberikan keterampilan produktif bagi warga binaan.
Kepala Rutan Kelas IIB Muntok, Andri Ferly, mengatakan program ini dirancang untuk mencetak wirausahawan baru di sektor peternakan pasca-bebas nanti. Mereka diajak untuk turun tangan langsung mengelola siklus peternakan secara profesional.
Para peserta mendapatkan materi mulai dari mempersiapkan kandang yang higienis dan teknik pemeliharaan unggas. Pelatihan ini juga menerapkan standar peternakan modern dan ramah lingkungan.
“Peserta diberi pengetahuan cara menjaga ternak ayam dari penyakit dan tata cara pemeliharaan, seperti menjaga kondisi kandang yang kering, udara yang cukup, pemisahan anak ayam dan ayam dewasa, dan lain lain,” kata Ferly dikutip Sabtu (14/3/2026).
Sementara itu, Plt Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Gunawan Sutrisnadi, menyampaikan apresiasi terkait program pembinaan tersebut. Menurutnya, program ayam petelur sangat produktif dan berdampak positif.
Ia berharap masyarakat melihat Rutan sebagai tempat yang tidak hanya membina, tetapi juga memberikan kesempatan untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi. Langkah ini merupakan upaya nyata, untuk mengikis stigma negatif serta mendorong pemulihan sosial bagi mereka.
“Program budidaya ayam negeri ini merupakan langkah yang sangat baik dalam memberikan pembinaan kemandirian kepada warga binaan. Selain membekali mereka dengan keterampilan yang bermanfaat, program ini juga mendukung upaya ketahanan pangan,” ucap Gunawan dikutip Sabtu (14/3/2026).
Sebagai rangkaian kegiatan penutup, dilaksanakan penutupan pelatihan pemulasaran jenazah yang telah berlangsung di Rutan Muntok. Pelatihan tersebut dibimbing langsung oleh Habib Muhammad Baghir Al Kaff dan diikuti oleh warga binaan serta petugas rutan. Dalam kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman serta praktik mengenai tata cara pemulasaran jenazah sesuai syariat.
Kepala Rutan Muntok, Andri Ferly menyatakan bahwa pelatihan ini bukan sekadar pengisi waktu luang. Dia ingin para warga binaan memiliki bekal nyata saat kembali ke tengah masyarakat nanti.
Tak main-main, para peserta yang dinyatakan lulus dan kompeten bakal menerima sertifikat sebagai bukti keahlian mereka.
“Kami ingin setelah mereka kembali ke masyarakat, mereka membawa bekal yang nyata dan dibutuhkan oleh lingkungan. Sertifikat ini membuktikan keterampilan mereka telah memenuhi standar sesuai tuntunan agama Islam,” kata Ferly dalam keterangannya yang diterima awak media, Sabtu (14/3/26).
Langkah inovatif ini mendapat apresiasi dari Plt Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Gunawan Sutrisnadi.
Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan motto “Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat”.
Gunawan menekankan bahwa dinding jeruji besi tidak boleh menjadi pembatas bagi seseorang untuk berbuat baik. Ia ingin fungsi pemasyarakatan benar-benar menyentuh aspek edukasi dan pemberdayaan.
“Melalui berbagai program pembinaan, rehabilitasi, dan pelatihan keterampilan, kami ingin membangun individu yang lebih baik serta memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa,” kata Gunawan dikutip Sabtu, (14/3/26).
Kepala Pengamanan Rutan (KPR), Alex Rizki Wijaya mengatakan kegiatan- kegiatan pembinaan yang dilaksanakan Rutan Muntok juga sangat mendukung strategi keamanan, karena aktifitas positif dapat membentuk WBP memiliki pemikiran positif.
“Kegiatan-kegiatan pembinaan yang dilaksanakan di rutan mentok juga sangat mendukung strategi keamanan, dikarenakan aktifitas positif ini dapat membentuk wbp memiliki pemikiran positif dan bahkan turut membantu menjaga keamanan di Rutan Muntok,”ujar KPR Alex.
Melalui kegiatan ini diharapkan pembinaan di Rutan Muntok dapat terus berjalan secara optimal, baik melalui peningkatan fasilitas, program kemandirian, maupun pembinaan keagamaan bagi warga binaan. (*)












Komentar