CJ-Online, Bangka Belitung sedang tidak baik-baik saja. Bumi Serumpun Sebalai yang kita cintai, yang dulunya dianugerahi alam yang elok, kini perlahan berubah menjadi lanskap bopeng yang penuh luka. Dari jendela rumah kita, kita bisa melihat lubang-lubang menganga tanpa reklamasi (kolong), aliran sungai yang keruh kecokelatan, hingga laut pesisir yang tercemar limbah solar akibat aktivitas Tambang Inkonvensional (TI) ilegal. Ironisnya, di balik hancurnya ruang hidup kita, megakorupsi tata niaga timah bernilai fantastis ratusan triliun rupiah justru dinikmati oleh segelintir oknum elite dan cukong serakah.
Sebagai citizen journalist , mengajak kita semua tidak boleh hanya menjadi penonton yang pasrah. Ketika media arus utama terkadang dibatasi oleh jarak atau konflik kepentingan, kamera ponsel dan pena kita di lapangan adalah senjata paling jujur. Kita yang merasakan langsung bagaimana nelayan tradisional kita kesulitan melaut karena wilayah tangkapnya rusak oleh tambang laut ilegal. Kita juga yang menyaksikan anak-anak kita bermain di dekat kolong-kolong beracun yang mengintai nyawa, tidak sedikit anak anak belia yang ditemukan tak bernyawa di kolong – kolong bekas tambang.
Demi Keselamatan Daerah dan Negara, Suara Kritis itu Harus..!
Menyuarakan kritik terhadap gurita tambang ilegal di Babel memang menakutkan. Tekanan dari preman tambang, intimidasi oknum aparat, hingga ancaman hukum sering kali membuat ciut nyali. Namun ingatlah, jurnalis adalah juru bicara rakyat. Jika kita memilih diam karena takut, secara tidak langsung kita sedang memberikan izin kepada para perusak lingkungan dan koruptor untuk merampok masa depan anak cucu kita.
Keberanian kita tentu tidak boleh membabi buta. Lawan intimidasi dengan kedisplinan memegang fakta dan data. Bukan hanya sekadar melempar rumor. Dokumentasi kerusakan lingkungan di sekitar kita berupa foto dan video yang jelas serta catatan waktu, lokasi, dan dampaknya bagi warga sekitar. Ketika tulisan kritis kita dibangun di atas fondasi investigasi lokal yang valid, tak satu pun gertakan dari siapapun yang mampu meruntuhkan argumen kita.
Pekerja Media harus menjadi benteng kebenaran yang kokoh. Kita harus mampu memaksimalkan fungsi ruang merdeka untuk menyuarakan pemulihan ekologis Bangka Belitung. Jangan biarkan tanah Babel yang kita cintai hancur lebur oleh keserakahan para teroris penjahat lingkungan dan para penjarah Sumber Kekayaan Alam sementara rakyat hanya kebagian menyapu ampasnya. Bersuaralah dengan lantang, karena saat jurnalis bergerak bersama, tidak ada lagi ruang gelap bagi koruptor untuk bersembunyi! ( Henscie )
CITIZEN-JOURNALISTS.COM - MENJANGKAU SUARA MARGINAL


















Komentar