CJO, SUNGAILIAT, 18 Mei 2026 – Pelaksanaan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bangka diterpa isu miring. Ajang yang seharusnya menjadi wadah jujur dalam menggali bakat dan karakter generasi muda kreatif ini, justru dinilai sarat kejanggalan, khususnya pada cabang lomba Kriya yang digelar di Hotel Manunggal Sungailiat, Rabu (13/5) lalu.
Dugaan kecurangan mencuat setelah hasil keputusan pemenang cabang lomba Kriya dinilai menabrak Petunjuk Teknis (Juknis) resmi FLS3N SD 2026. Berdasarkan aturan baku juknis, para peserta diwajibkan membuat produk kriya mainan anak menggunakan material alam mentah, seperti kayu, rotan, bambu, daun, akar, atau kulit. Bahan pendukung lain hanya diperbolehkan tanpa boleh mendominasi bahan utama.
Namun fakta mengejutkan ditemukan di lapangan. Karya milik peserta yang dinobatkan sebagai pemenang justru secara terang-terangan menggunakan bahan kardus pabrikan serta bahan setengah jadi berupa taplak meja bambu yang sudah ditenun. Kondisi ini memicu protes keras karena dianggap mencederai asas keadilan bagi peserta lain yang patuh pada regulasi.
Keputusan dewan juri juga dipertanyakan karena mengabaikan bobot penilaian objektif yang diatur juknis, meliputi: aspek Estetika (30%), Kerapian/Penyelesaian Akhir (25%), Kreativitas (25%), Kualitas/Pengolahan Material (10%), dan Fungsionalitas Karya (10%).
Respons Dinas Pendidikan dan Sikap Tegas Plt Kadis:
Merespons kegaduhan tersebut, Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Bangka, Vini Awilia, S.Pi., M.M., langsung mengambil sikap tegas. Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, ia berjanji akan mengusut tuntas polemik ini dengan memanggil seluruh pihak yang bertanggung jawab.
“Saya akan segera memanggil juri yang bersangkutan serta Kasi SD yang bertanggung jawab atas perlombaan ini untuk segera ditindaklanjuti. Waktu dan tempat pemanggilan akan segera saya informasikan lebih lanjut,” tegas Vini Awilia di hadapan awak media, Senin (18/5).
Publik kini mendesak Dindikpora Kabupaten Bangka untuk bersikap transparan dan berani menganulir hasil lomba jika terbukti ditemukan adanya pelanggaran juknis dan unsur nepotisme. Langkah ini dinilai krusial demi menjaga marwah FLS3N sebagai ajang kompetisi yang bersih, jujur, dan mendidik bagi moral anak bangsa.(*)
CITIZEN-JOURNALISTS.COM - MENJANGKAU SUARA MARGINAL













Komentar